Minggu, 13 April 2008
Rakyat yang terlupakan
Siang itu aku sedang duduk santai sambil menonton tv,karena memang hari itu adalah hari libur, tiba-tiba datang temanku dengan mengendarai sepeda motor, aku suruh dia masuk dan kupersilahkan duduk di ruang tamu,karena dia biasa main ke rumahku,dia pun akrab dengan keluargaku. Kami ngobrol apa saja. Di tengah2 obrolan yg akrab ini,kata temanku di tempatnya tinggal sedang marak berita tentang pembagian uang 5juta dengan syarat yg sangat mudah dan murah,yaitu dengan cara menyerahkan photo copy KTP beberapa lembar saja. Sungguh mustahil dan tidak masuk akal. Meski mustahil tapi tetap saja banyak masyarakat yg tergoda akan hal itu, semua itu terjadi karena masyarakat kita memang selama ini belum bisa berfikir dengan pandangan logika. Yang lebih gila lagi beberapa waktu sebelumnya ada orang menawarkan uang 10 milyard hanya dengan memberikan uang 1 juta. Apakah ini benar2 bukan tipuan? Siapa orang yg mau memberi uang milyaran dengan 1 juta sebagai gantinya? Anehnya masih ada juga orang yg percaya hal itu. Pemerintah saja yg jelas banyak uang dan memang seharusnya memberikan kembali kepada rakyat tidak melakukan hal itu,malah sembako semakin mahal dan minyak tanah semakin sulit didapat,serta Lapindo yg jelas2 sebagai sebab terjadinya banjir lumpur di Sidoarjo masih mengulur2 waktu pemberian kompensasi,entah sampai kapan warga Sidoarjo bisa menerima penuh kompensasi itu. Semua yg terjadi pada masyarkat kita yg masih percaya kepada hal yg mustahil dan tak masuk akal dikarenakan masyarakat kita belum mampu mencukupi kebutuhan hidupnya karena minimnya penghasilan. Inilah tanggung jawab pemerintah sesungguhnya. Pemerintah selalu memikirkan sesuatu yg kadang2 bagi rakyat tidak penting dan melupakan kepentingan rakyat yg sesungguhnya. Bagi rakyat yg penting adalah bisa hidup dengan layak dan bisa memenuhi kebutuhan. Gap yg terjadi antara pejabat dan rakyat sudah terlalu lebar dan dalam. Kami memohon kepada pemerintah, "Tolong dengar jeritan hati kami"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar